Komunitas HRS ( Hijrah Riba Syirkahpeneur ) kini hadir di Surbaya

Surabaya 20/3/21- Gerakan Hijrah Riba semakin mengeliat di Indonesia begitu juga di kota pahlawan surabaya. Setelah banyak orang yang Hijrah dari Riba, teryata masih banyak menyisakan pertanyaan, salah satunya adalah tentang solusi permodalan tanpa riba.

Firly Ferdiansyah selaku dari founder bisyarah.id dalam seminar solusi permodalan tanpa riba yang diadakan di hotel cleo mengatakan bahwa salah satu faktor produksi yang penting dan harus disolusikan adalah modal.

Modal itu bagian penting dalam mengembangkan bisnis. Masyarakat sudah terbiasa dengan Modal dengan skema Utang Ribawi jadi seakan tidak ada pilihan lain. Padahal jika kita mau mengkaji lebih dalam Islam punya solusi baik parsial maupun sistemik dalam menanggulangi masalah peemodalan bisnis.

Dalam seminar ini setidaknya digambarkan ada 6 solusi permodalan tanpa riba.

Di pembahasan Solusi Permodalan Tanpa Riba disampaikan beberapa opsi yaitu :

1. Menggunakan dana sendiri
2. Menjual Aset yang dimilik (Akad Al-Bai’)
3. Pinjaman dana (Akad Qardh)
4. Gadai (Akad Rahn)
5. Hutang dagang (Akad Dain)
6. Kerjasama Investasi (Akad Syirkah)

Di pembahasan kedua disampaikan bagaimana sih akad al bai’, qardh, rahn, dain dan syirkah yang sesuai syariah.

Misi bisyarah.id sendiri adalah menyelamatkan pengusaha dunia dari harta haram.

Salah satu wujud dari misi ini adalah dengan melaunching sebuah gerakan komunitas yang diberi nama hijrah riba syirkahprenur ( HRS) di surabaya. Kordinator HRS ( Hijrah Riba Syirkahpreneur) wilayah surabaya di kordinatori oleh Ust.Ahmad yang bisa dihubunngi di +62 812-3524-1133

Selesai acara seminar para alumni diharapkan lurus niatnya hijrahnya dan  bisa terus istiqomah dalam hijrah. Dengan adanya komunitas Hijrah Riba Syirkahpreneur impiannya bisa mengutkan para alumni untuk istiqomah tidak mengambil modal riba lagi.

SOLUSI MODAL USAHA TANPA RIBA.. SYIRKAH!

Syirkah sebenarnya solusi buat pengelola bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya tapi terkendala modal.

Juga buat investor atau pemodal yang ingin mengembangkan hartanya sesuai dengan syariah.

Syirkah menurut makna syar’i adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha/bisnis dengan tujuan memperoleh keuntungan. (An-Nabhani, An-Nizham al-Iqtishadi fil Islam) Ada keberkahan dalam 2 orang atau lebih orang yang bersyirkah. Allah ikut didalamnya sebagaimana hadis qudsi dibawah :

BERKAH DALAM SYIRKAH
Ada sebuah hadits qudsi yg menyatakan:
عن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال الله تعالى:اَنَا ثَالِثُ الشَّرِيْكَينِ مَالَم يَخُن اَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ، فاذا خَانَ خَرَجْتُ من بَينِهِمَا. رواه ابو داوود وصححه الحاكم.
Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasul SAW bersabda: Allah Taala Berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua orang yg bersyirkah, selama tdk mengkhianati salah seorang kepada rekannya. maka apabila berkhianat aku keluar dari syirkah keduanya. (HR Abu Dawud dishohihkan oleh Al-Hakim).
Dari hadits ini kita bisa mngambil hikmah yg besar dalam syirkah:
1). Allah SWT adalah pihak ketiga dari dua orang yg bersyirkah. Jika ada tiga orang bersyirkah maka Allah pihak yg keempat dst. Artinya Allah SWT selalu mengawasi kita di manapun dan bagaimanapun kita. Dalam sendiri maupun dalam keramaian. Allah menegaskan:
وهو معكم اين ما كنتم.
Dia Allah selalu bersama kalian di manapun kalian berada. Bahkan Allah SWT menegaskan:
ونحن اقرب اليه منكم من حبل الوريد.
Kami adalah lebih dekat kepadanya (manusia) dari urat nadi dr kalian. merasa diawasi Allah dalam setiap gerak gerik termasuk dalam bersyirkah.
2). Allah SWT akan mengawasi mereka yg bersyirkah dan memberi keberkahan atas perdagangan mereka selama tidak ada pengkhianatan dlm syirkah. Allah SWT menegaskan dalam firmannya:
ياايها الذين امنوا اوفوا بالعقود.
Wahai kaum yg beriman penuhilah aqad-aqad kalian (Al Maidah ayat 1).
Rasul saw bersabda:
المسلمون عند شروطهم
Kaum muslimin itu sesuai dengan syarat-syarat yg ada pada diri mereka.
Jadi Allah akan menurunkan berkah selama tidak ada pengkhianatan yaitu mengajukan aqad yg menghalalkan yg haram dan mengharamkan yang halal. Artinya akad yg disepakati dlm syirkah menyalahi hukum dan ketentuan di dalam hukum islam, disamping melakukan syirkah pada keharaman. Jika terjadi pengkhianatan maka Allah tidak memberi keberkahan atas perdagangan mereka dan tentunya akan memberikan dosa atas pengkhianatan tsb.
3). Syirkah yang diperbolehkan adalah dalam perbuatan yg benar dan ketaqwaan. Sebaliknya syirkah yang haram adalah syirkah dalam perbuatan dosa dan permusuhan.
وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الاثم والعدوان.
Dan tolong menolonglah kamu dalam kebenaran dan taqwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.
4). Hadits Qudsi tsb juga menjadi dalil akan wajibnya kaum muslimin untuk selalu mengikatkan diri dengan hukum hukum Allah SWT, termasuk dalam syirkah. Wajib bagi umat Islam menjadikan halal haram sebagai standar dalam setiap aktivitasnya baik dalam cara berpikir, berucap dan berperilaku.
Demikian semoga mendatangkan kebaikan bagi kita semua.
Aamiin..
Rabu, 28 Oktober 2015
Ustadz Ainul Mizan
PRS Malang